13 Langkah Mengembangkan Kapasitas Otak Anak

Kemampuan tumbuh kembang otak anak tidak terbatas. Oleh sebab itu, kapasitas dan ketajaman organ tersebut dapat di terus ditingkatkan. Bagaimana langkah-langkahnya..?

Berikut langkah untuk mengembangkan kapasitas otak anak yang di ambil dari buku “Anakku Luar Biasa Jenius”

 

  1. Jadi Relawan

Menjadi relawan membutuhkan aktivitas sosial dan mental yang memperlancar aliran darah ke otak. Inilah yang akan mempertajam kemampuan kognitif. Adapun bagian otak yang distimulasi adalah korteks prefrontal yang bertugas membuat analisa, rencana, dan problem solving. Untuk itu, libatkan anak anda dalam amal untuk membantu kawan atau orang lain yang sedang ditimpa kemalangan. Atau, ajaklah ia mengunjungi panti asuhan, agar terpikir olehnya apa yang hendak dilakukannya demi meringankan beban anak-anak yatim.

 

  1. Rajin Senam Otak

Olah raga akan melatih hipokamus-bagian otak yang bertugas untuk menyimpan memori. Aktivitas fisik akan meningkatkan jumlah kapiler pada hipokamus, sehingga membantu pertumbuhan sel-sel otak yang baru. Berolah raga juga bisa memperlancar peredaran darah yang membawa oksigen ke otak. Senam otak (Brain gym) adalah salah satu alternatif olah raga yang baik untuk merangsang kecerdasan anak.

 

  1. Pelajari Ketrampilan Baru

Mempelajari ketrampilan baru akan merangsang melakukan intraparietal pada permukaan otak. Bagian ini mengatur kondisi tangan dan mata. Maka, ajaklah si kecil untuk belajar sesuatu yang baru, terutama yang melatih koordinasi tangan-mata. Bermain dengan plastecin, balok mainan, lego, meronce atau melukis merupakan alternatif yang bisa dicoba.

Keterampilan baru biasanya juga memberikan informasi baru kepada anak. Lihatlah galur atau alur gelombang di permukaan tanah subur, yang terbentuk akibat cucuran air hujan yang jatuh dari atap seng bertekstur gelombang. Makin deras hujan, makin luas permukaan atap seng, maka kian dalam dan kian banyak galur yang tercipta di permukaan tanah. Seperti itulah perumpamaan informasi yang masuk ke otak.

Intinya, semakin variatif dan berkualitas informasi yang diterima otak, maka kian banyaklah pola galur yang tercetak di otak. Di dalam otak, informasi akan mengatur dirinya sendiri, lalu menjadi aktif ketika memori memanggilnya. Semua itu berperan besar untuk melejitkan kecerdasan.

 

  1. Gerakkan Bola Mata

Ketika lupa meletakkan mainan, mintalah anak untuk menggerak-gerakkan kedua bola matanya ke kanan dan ke kiri. Gerakan horizontal mata yang cepat akan merangsang interaksi kedua hemisfer otak: otak kanan dan otak kiri.

 

  1. Tidurlah Sejenak

Sepanjang tidur, otak akan membongkar dan menyusun setiap informasi yang di terima, agar tersisa ruang untuk informasi baru selanjutnya. Dengan begitu, otak tak akan mudah lelah. Karenanya, ajaklah anak anda untuk tidur selepas beraktifitas atau belajar, demi menyegarkan kembali fisik dan otaknya.

 

  1. Makan Nutrisi Otak

Nutrisi otak atau brain food kaya akan vitamin B12, Antioksidan dan asam lemak esensial. Semua zat gizi itu sangat membantu tumbuh kembang otak sekaligus meningkatkan daya ingatnya. Berikan makanan otak sebagai menu utama si kecil, agar ia tumbuh cerdas.

 

  1. Jauhi Stres

Jauh dari stres berarti merasa aman secara fisik dan emosional. Rasa aman ini akan meningkatkan kekuatan otak, keberhasilan belajar, dan kepercayaan diri anak.

Langkah terbaik untuk melindungi anak Anda dari stres adalah dengan menjauhkan penyebab stres. Perbaiki atau tingkatkan efektivitas komunikasi dengan buah hati Anda. Selain menurunkan tingkat stres, komunikasi atau hubungan yang baik dengan anak akan mencegah penurunan daya ingat. Keremajaan neuron pun akan terjaga.

Alternatif lain, berikan perhatian memadai untuk buah hanti Anda. Dan, jangan pernah memaksakan suatu yang dapat menekan si kecil. Libatkan anak dalam aktivitas santai bersama anggota keluarga lainnya. Acara piknik atau bermain merupakan aktivitas yang disukai si kecil, untuk menghilangkan ketegangan otot maupun ketegangan sarafnya.

 

  1. Tentukan Pilihan Sendiri

Membuat pilihan secara mandiri dapat mengaktifkan otak dengan segala potensinya. Bagaimana tidak? Dalam aktivitas memilih, pastinya sempat terjadi kebimbangan di benak anak. Terlebih jika ia dihadapkan pada beberapa pilihan sekaligus.

Saat itulah anak-anak akan mengajak dirinya berdikusi, membuat berbagai pertimbangan (meski sederhana), dan mencermati setiap pilihan yang ada. Ada hati dan pikir yang berbicara. Dan, semua itu baik untuk melatih kemandirian otak anak. Karenanya, Anda tak memiliki alasan untuk menghalangi si kecil ketika ingin menentukan pilihannya sendiri, sepanjang pilihan itu tak berbahaya.

 

  1. Jadilah Percaya Diri

Rasa pesimis sangat mempengaruhi keberhasilan seorang anak. Dalam sebuah konferensi di Royal Society di London, ditemukan fakta bahwa otak orang yang tidak percaya diri seperti menciut dibandingkan dengan orang yang memiliki kepercayaan diri tinggi. Akibatnya, daya pikir otak pun berkurang.

Maka, agar kecerdasan anak bisa maksimal, fokuskan ia pada pembicaraan dan pemikiran positif. Katakan bahwa dia pasti bisa. Berilah pula si kecil motivasi penuh untuk meraih cita-citanya, terutama ketika ia mulai merasa putus asa.

 

  1. Jangan Menuntut Kesempurnaan Anak

Jenius tak berarti segala sesuatunya mesti sempurna. Terlebih, dunia bukanlah tempat untuk kesempurnaan. Maka, kejeniusan otak seorang anak tak seharusnya membuat orang tua menuntut kesempurnaan dari si buah hati.

Seorang anak kecil tetaplah seorang bocah yang memiliki keinginan mencoba banyak hal, dengan spontanitas dan tanpa pertimbangan matang. Apa yang menurut baik, lucu, asyik dan menantang tak selamanya bisa dipahami pola pikir manusia dewasa. Menerima anak dengan segenap kelebihan dan kekurangan yang melekat pada dirinya, itulah jalan terbaik bagi setiap orang tua.

 

  1. Pengalaman Belajar Mengasyikan

Limpahi anak dengan keceriaan dan pengalaman belajar yang mengasyikkan. Puaskan rasa ingin tahunya. Penuhi kebutuhannya mengeksplorasi lingkungan. Temani dia untuk melihat dunia dengan kacamata seorang bocah. Jika semua itu dipenuhi, maka lihatlah kejeniusan akan menjadi miliknya. Sebab, pengalaman asyik seperti itulah yang memungkinkan terbentuknya mielin secara maksimal.

 

  1. Bangkitkan Virus N-Ach

Jangan dulu alergi mendengar nama virus ini. Dia bukanlah spesies virus terbaru yang di temukan ahli mikrobiologi atau ahli patologi. Need for achievment (N-Ach) atau kebutuhan berprestasi merupakan daya gerak yang luar biasa di dunia ini.

Menurut David McClelland, sosialog yang pertama kali mengenalkannya, N-Ach laksana virus yang bisa ditularkan dari satu orang ke orang lain. Kandungan N-Ach laksana virus yang bisa ditularkan dari satu orang ke orang lain. Kandungan nilai N-Ach sangat lengkap: Kemandirian, kedislipinan, kegigihan berusaha yang tak kenal putus asa, dan kerja keras yang tak tersentuh lelah.

Pengembangan virus ini tersebut akan menentukan masa depan suatu masyarakat. McClelland juga mentebutkan, dongeng yang mengandung nilai N-Ach tinggi selalu diikuti pertumbuhan ekonomi yang tinggi dari suatu bangsa.

Gagasan tersebut tidaklah berlebihan. Sebab, dongeng serupa itulah yang dapat mestimulasi perkembangan otak besar-bagian otak yang berkaitan dengan persepsi, tindakan, belajar, memori, dan aktivitas berfikir. Maka, hidupkan dan bangkitkan virus N-Ach itu di dalam diri si kecil. Salah satu caranya, lewat dongeng pembangkit motivasi.

 

  1. Jangan Mau Dibatasi

Maksudnya, jangan mau dibatasi oleh latar belakang sosial budaya. Tingkat kejeniusan seorang tidak dibatasi oleh faktor tersebut. Napoleon Bonaparte adalah pemuda dari keluarga miskin yang berhasil menjadi raja, membuat revolusi dan mendominasi dunia Barat. Kecerdasanya di bidang militer begitu menonjol. Dengan kejeniusan itu, Napoleon tak perlu kasta tinggi, juga tak harus menjadi orang kaya terlebih dahulu untuk menaklukkan Prancis.

Ketika napoleon menjabat kaisar dan salah satu perwira mempersoalkan keputusannya mengangkat para anggota dewan rakyat, ia berkata,” Apakah saya seorang keturunan bangsawan? Saya hanyalah keturunan Corsica yang miskin.”

Sang kaisar tak pernah malu dengan asal usulya. Dengan bangga, di St. Helena ia menuturkan jasa-jasa ibundanya, “Ibu mengasuh saya amat baik. Saya sangat berhutang budi kepada beliau yang telah menanamkan kebanggaan dan mengajari saya kebaikan.”

Ketika masih bayi, Napoleon kecil cenderung saki-sakitan. Sebab, saat mendekati masa kelahiranya, sang ibu mengungsi di pegunungan. Waktu itu, Corsica memang tengah berada dalam cengkraman Prancis. Sejak kecil, ia telah memperlihatkan antusiasmenya dalam mengatur dan menyusun strategi perang. Di sekolah, dia pun terkenal dengan usaha kerasnya-delapan jam sehari ia memanfaatkan waktu untuk belajar, terutama memperlajari bahasa latin, sejarah, dan matematika.

Nama Corsica-nya yang terdengar aneh, “Napoleone”, sering dipeletkan teman-temanya menjadi”Paille-au-Nez (si Hidung Jerami). Walau begitu, hingga akhir hayatnya, Napoleon tetap menjaga kesetiaan dan kode etik keluarga yang menjadi ciri atau karakter khas orang Corsica.

Jadi, dari mana pun Anda dan berasal, teruslah berusaha mengasah dan meningkatkan kapasitas otak putra-putri kesayangan. Sebab, mereka berhak memiliki cita-cita dan masa depan yang lebih baik daripada orang tuanya atau siapa pun.

 

 

 

Sumber :

Buku “Anakku Luar Biasa Jenius”

Sunminaring Prasojo

1 Comment
  • mas danang
    Posted at 04:03h, 19 September Reply

    keren nih

Post A Comment